Setelah menyelesaikan agenda sebelumnya, perjalanan dakwah dan silaturahmi KBRA Touring Jilid 4 kembali berlanjut pada Jumat siang, 8 Mei 2026.Usai melaksanakan sholat Jumat, Kyai Imron bersama team Panjul Pusat dan para praktisi KBRA Gresik mengadakan rutinan dzikir dan ruqyah di kantor baru milik Dr. Muiz di Gresik. Suasana rutinan berlangsung cukup khidmat dan penuh semangat. Pembacaan Ratib dan dzikir dipimpin langsung oleh Kyai Imron dengan penuh kekhusyukan.
Namun di tengah pembacaan ratib, suasana mendadak berubah ketika salah satu jama?ah mengalami reaksi kesurupan frontal. Setelah dilakukan penanganan dan dialog, diketahui bahwa jama?ah tersebut ternyata telah mengalami sakit parah selama kurang lebih tiga tahun akibat gangguan sihir.
Dengan izin Allah Ta?ala, Kyai Imron langsung menangani kasus tersebut hingga selesai. Tangis haru keluarga dan jama?ah pecah melihat perubahan kondisi pasien yang sebelumnya sudah lama mengalami penderitaan berat. Momentum ini kembali menjadi pengingat bahwa dzikir, doa, dan Al-Qur?an memiliki pengaruh besar dalam menenangkan jiwa serta menghancurkan gangguan ruhani.
Selesai acara, Kyai bersama jama?ah melaksanakan sholat Ashar berjama?ah. Setelah itu tuan rumah yang juga praktisi KBRA Gresik menjamu Kyai dan team dengan hidangan makan sore sebagai bentuk penghormatan dan mahabbah kepada para tamu dakwah.
Sekitar pukul 16:00 WIB, perjalanan dilanjutkan menuju Krian dengan waktu tempuh kurang lebih 30 menit. Di sana, Kyai memenuhi permintaan dadakan salah satu praktisi untuk menangani istrinya yang telah lebih dari enam bulan terbaring lumpuh.
Sesampainya di lokasi, Kyai langsung melakukan ruqyah terhadap pasien yang masih dalam kondisi berbaring. Tidak lama kemudian pasien bereaksi cukup keras hingga muntah-muntah hebat, yang menurut hasil penanganan menunjukkan adanya gangguan gaib berat dalam tubuhnya. Team terus mendampingi proses ruqyah hingga kondisi pasien mulai berangsur tenang.
Menjelang pukul 17:00 WIB lebih, Kyai dan team kembali melanjutkan perjalanan menuju daerah Jambangan ? Surabaya. Perjalanan memakan waktu sekitar 40 menit karena kondisi lalu lintas yang sangat padat menjelang malam.
Sesampainya di lokasi, Kyai dan team terlebih dahulu melaksanakan sholat jama? taqdim Maghrib dan Isya berjama?ah. Setelah itu dilanjutkan dengan penanganan ruqyah satu keluarga yang telah lama meminta pendampingan kepada team KBRA.
Belum selesai sampai di situ, pada pukul 20:35 WIB perjalanan kembali dilanjutkan menuju titik berikutnya di daerah Pucang Anom ? Sidoarjo. Di lokasi ini Kyai menangani seorang Syarifah muda berusia 22 tahun yang memiliki kasus cukup unik.
Dalam proses ruqyah, sosok ifrit yang mengganggu mengaku bahwa dirinya sengaja menghalangi aktivitas dakwah dan ibadah sang Syarifah. Ketika ditanya alasannya, ifrit tersebut menjawab bahwa anak muda itu dianggap menghalangi misinya. Penanganan berlangsung cukup panjang dan intens hingga akhirnya selesai sekitar pukul 22:15 WIB.
Meski kondisi fisik mulai lelah setelah perjalanan panjang lintas kota dan berbagai penanganan berat, Kyai bersama team tetap melanjutkan perjalanan menuju Bangil dengan jarak tempuh sekitar 30 menit.
Sesampainya di Bangil di lokasi masjid, ternyata masih banyak praktisi dan jama?ah yang setia menunggu kehadiran beliau sejak isya. Melihat antusias dan kerinduan jama?ah, Kyai Imron akhirnya memenuhi permintaan mereka dengan mengadakan ruqyah massal pada pukul 22:50 WIB.Suasana malam itu terasa sangat menggetarkan.
Dzikir, doa, dan lantunan ayat suci Al-Qur?an menggema memenuhi lokasi acara. Banyak jama?ah terlihat menangis haru, sebagian lainnya mengalami reaksi ruqyah dan pelepasan beban batin yang selama ini dipendam.
Acara akhirnya ditutup sekitar pukul 23:35 WIB. Setelah itu Kyai dan team kembali dijamu makan malam oleh team Bangil dan Pasuruan sebagai bentuk khidmah dan cinta kepada guru dan tamu perjuangan touring dakwah.
Menjelang tengah malam, Kyai bersama team Panjul Pusat akhirnya beristirahat dan menginap di Hotel Anugerah Bangil sebelum melanjutkan perjalanan touring berikutnya ke titik-titik dakwah selanjutnya. Semoga seluruh perjalanan ini menjadi wasilah keberkahan, penguat ukhuwah, serta pembangkit semangat dakwah dan dzikir di tengah masyarakat. Aamiin Ya Rabbal ?Alamin.